cara memilih pestisida

Dari hasil pengamatan selama ini para petani masih banyak betul belum memahami kegunaan dan cara memilih pestisida yang benar-benar tepat pada sasaran. Melainkan hanya ikut-ikutan dari mulut kemulut antar petani A ke petani B. Padahal setiap tanaman yang mereka budidaya memiliki kebutuhan juga masalah dan penyakit yang berbeda-beda, tanaman A terserang hama thrips sedangkan tanaman B terserang hama ulat grayak, Petani A membanggakan produknya karena berhasil tuntas dalam membratas hama pada tanamannya, Karena petani B bingung dengan keadaan tanamannya yang terserang hama juga dan ingin juga hama pada tanamannya bisa dibratas/kendalikan. Mendengar kasiat produk yang telah digunakan petani A yang bercerita tentang mutu dan kasiat produk yang digunakan akhirnya Petani B mencoba untuk menggunakan produk tersebut untuk membratas hama ulat ditanamannya, lalu bagaimana hasilnya? wah sama sekali tidak mempengaruhi hama di tanamannya, padahal petani B juga sama2 sudah mengeluarkan modal buat tanamannya. karena hama pada tanaman petani B itu adalah hama ulat, maka jelas tidak mati, kalau hama pada tanaman petani A kan hama thrips, dan Produk yang digunakan petani A juga untuk hama thrips jelas manjur kasiatnya, dan hama ditanamannya dapat dibrantas dan dikendalakan, karena petani A tepat pada sasaran, sedangkan petani B hanya ikut-ikutan. Untuk menghindari hal tersebut cobalah kita mau belajar dan mau bertanya dan konsultasikan ke ahli pertanian, saya jamin masalah pada tanaman akan mudah teratasi dan akan dapat lebih banyak pengetahuan dan juga mengurangi angka kegagalan, karena memilih pestisida yang tepat sasaran akan menghemat biaya modal dan menjadikan tanaman lebih edial. Berikut ini cara sebelum memilih pestisida yang ingin digunakan : 1. KENALI JENIS PESTISIDA : Ada berapa macam jenis Produk Pestisida contoh seperti : Fungisida, Insektisida, Herbisida, Bakterisida, Akarisida, Moluskisida, Perekat/Pembasah + Penembus, Pupuk Daun, dan Calsium Super. Jenis pestisida tersebut mempunyai kegunaan yang berbeda. berikut ini sedikit pemahaman dan kegunaan tetang jenis Pestisida Jenis Fungisida. Jenis Fungisida merupakan bahan pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan penyakit akibat jamur dan cendawan pada tumbuhan/tanaman. Jenis Insektisida. Jenis Insektisida merupakan Bahan pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan hama dan serangga. Jenis Herbisida. Jenis Herbisida merupkan salah satu pestisida yang berfungsi mengendalikan gulma. Jenis Moluskisida. Jenis Moluskisida adalah jenis pestisida untuk membunuh moluska, yaitu siput, bekicot dan trisipa dsb. Jenis Bakterisida. Jenis Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus yang menyerang tanaman. Jenis Akarisida. Jenis Akarisida adalah sering disebut MITISIDA adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak dan laba-laba. Jenis Pupuk Daun. Jenis Pupuk Daun adalah bahan-bahan atau unsur-unsur yang diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan atau penyiraman pada mahkota tanaman agar langsung dapat diserap guna mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Perekat/Pembasah + Penembus Pelekat & Pembasah adalah Zat yang digunakan untuk membantu kinerja pada pestisida, sehingga dapat masuk ke jaringan sel tanaman dan menjaga pestisida di saat curah hujan dan cuaca yang kurang mendukung. 2. KENALI CARA KERJA PESTISIDA : Cara kerja pestisida itu berbeda-beda juga mempunyai dosis dan Jenis sendiri-sendiri, Ada jenis Racun Kontak, Racun Sistemik, Racun Pernapasan, dan Racun Perut / Racun Lambung. Racun Kontak. Pestisida jenis Racun Kontak memiliki kinerja yang baik bila terkena atau kontak langsung pada hama atau penyakit sasaran. Dari hasil pengamatan selama ini para petani masih banyak betul belum memahami kegunaan dan cara memilih pestisida yang benar-benar tepat pada sasaran. Melainkan hanya ikut-ikutan dari mulut kemulut antar petani A ke petani B. Padahal setiap tanaman yang mereka budidaya memiliki kebutuhan juga masalah dan penyakit yang berbeda-beda, tanaman A terserang hama thrips sedangkan tanaman B terserang hama ulat grayak, Petani A membanggakan produknya karena berhasil tuntas dalam membratas hama pada tanamannya, Karena petani B bingung dengan keadaan tanamannya yang terserang hama juga dan ingin juga hama pada tanamannya bisa dibratas/kendalikan. Mendengar kasiat produk yang telah digunakan petani A yang bercerita tentang mutu dan kasiat produk yang digunakan akhirnya Petani B mencoba untuk menggunakan produk tersebut untuk membratas hama ulat ditanamannya, lalu bagaimana hasilnya? wah sama sekali tidak mempengaruhi hama di tanamannya, padahal petani B juga sama2 sudah mengeluarkan modal buat tanamannya. karena hama pada tanaman petani B itu adalah hama ulat, maka jelas tidak mati, kalau hama pada tanaman petani A kan hama thrips, dan Produk yang digunakan petani A juga untuk hama thrips jelas manjur kasiatnya, dan hama ditanamannya dapat dibrantas dan dikendalakan, karena petani A tepat pada sasaran, sedangkan petani B hanya ikut-ikutan. Untuk menghindari hal tersebut cobalah kita mau belajar dan mau bertanya dan konsultasikan ke ahli pertanian, saya jamin masalah pada tanaman akan mudah teratasi dan akan dapat lebih banyak pengetahuan dan juga mengurangi angka kegagalan, karena memilih pestisida yang tepat sasaran akan menghemat biaya modal dan menjadikan tanaman lebih edial. Berikut ini cara sebelum memilih pestisida yang ingin digunakan : 1. KENALI JENIS PESTISIDA : Ada berapa macam jenis Produk Pestisida contoh seperti : Fungisida, Insektisida, Herbisida, Bakterisida, Akarisida, Moluskisida, Perekat/Pembasah + Penembus, Pupuk Daun, dan Calsium Super. Jenis pestisida tersebut mempunyai kegunaan yang berbeda. berikut ini sedikit pemahaman dan kegunaan tetang jenis Pestisida Jenis Fungisida. Jenis Fungisida merupakan bahan pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan penyakit akibat jamur dan cendawan pada tumbuhan/tanaman. Jenis Insektisida. Jenis Insektisida merupakan Bahan pestisida yang di gunakan untuk mengendalikan hama dan serangga. Jenis Herbisida. Jenis Herbisida merupkan salah satu pestisida yang berfungsi mengendalikan gulma. Jenis Moluskisida. Jenis Moluskisida adalah jenis pestisida untuk membunuh moluska, yaitu siput, bekicot dan trisipa dsb. Jenis Bakterisida. Jenis Bakterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus yang menyerang tanaman. Jenis Akarisida. Jenis Akarisida adalah sering disebut MITISIDA adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak dan laba-laba. Jenis Pupuk Daun. Jenis Pupuk Daun adalah bahan-bahan atau unsur-unsur yang diberikan melalui daun dengan cara penyemprotan atau penyiraman pada mahkota tanaman agar langsung dapat diserap guna mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Perekat/Pembasah + Penembus Pelekat & Pembasah adalah Zat yang digunakan untuk membantu kinerja pada pestisida, sehingga dapat masuk ke jaringan sel tanaman dan menjaga pestisida di saat curah hujan dan cuaca yang kurang mendukung. 2. KENALI CARA KERJA PESTISIDA : Cara kerja pestisida itu berbeda-beda juga mempunyai dosis dan Jenis sendiri-sendiri, Ada jenis Racun Kontak, Racun Sistemik, Racun Pernapasan, dan Racun Perut / Racun Lambung. Racun Kontak. Pestisida jenis Racun Kontak memiliki kinerja yang baik bila terkena atau kontak langsung pada hama atau penyakit sasaran. Racun Sistemik. Pestisida jenis Racun Sistemik memiliki kinerja yang baik bila racun yang disemprotkan ke bagian tanaman sudah terserap masuk ke dalam jaringan sel tanaman. Hama jenis serangga dan lainnya akan mati kalau sudah memakan atau m Racun Sistemik. Pestisida jenis Racun Sistemik memiliki kinerja yang baik bila racun yang disemprotkan ke bagian tanaman sudah terserap masuk ke dalam jaringan sel tanaman. Hama jenis serangga dan lainnya akan mati kalau sudah memakan atau m

Komentar