HORMON GIBRIELIN AUKSIN

Hormon GIBERLIN (GA3) VS hormon AUKSIN Kedua hormon ini sama sama berguna sebagai stimulus( pemacu) bagi tanaman hanya berbeda sifat, dimana hormon giberlin bersifat individual sedangkan auksin bersifat memasyarakat, atau giberlin bersifat vertikal (ke atas) sedangkan auksin bersifat horizontal (melebar) seperti juga halnya hubungan vertikal kepada tuhan yg bersifat pribadi (hablum minalloh) dan hubungan horizontal kepada sesama mahluk. Hormon giberlin yg bersifat memanjangkan batang diaplikasikan tdk sembarangan atau harus pada waktunya dosisnya pun harus pas tidak boleh berlebihan, bila diaplikasikan terlalu dini menyebabkan kurangnya anakan padi bilapun saat padi sudah usia 30hst bila dosis nya kebanyakan bisa menyebabkan keadaan yg kurang baik dimana batang tanaman akan melemah ringkih dan bisa ambruk, tak beda dengan mempelajari stimulus2 dalam hubungan vertikal kepada Tuhan yme bila terlalu dini sebelum pengetahuan syariatnya cukup maka kurang baik bila sudah masanya pun bila terlalu jauh melampaui kemampuannya bisa menimbulkan masalah. Adapun hormon Auksin sangat baik bila diaplikasi sedari kecil sampai dewasa dg dosis bebas karena berfungsi untuk mempercepat pembesaran sel ke samping dan mempercepat pergantian sel sehingga efeknya menyebabkan anakan padi menjadi banyak, bila dimasa pengisian bulir menyebabkan bobot bulir padi menjadi berat karena membantu penyerapan zat besi dari tanah ke bulir padi pula tanaman menjadi tahan penyakit karena sel selnya kuat bilapun terserang sakit akan mempercepat proses penyembuhan, tak beda dengan ilmu syariat yg kita pelajari dalam fungsinya untuk hubungan antar mahluk Tuhan sedari kecil sampai dewasa akan bagus semakin banyak belajar semakin bagus, ketika ilmunya sudah cukup dan jam terbangnya tinggi kalaupun ada kendala dalam hidup akan cepat mengatasi dan mudah beradaptasi kembali. Anjuran penggunaan hormon giberlin dimulai di saat padi usia 30 hst bertujuan agar anakan lekas menyusul tinggi indukan dan pada usia 60 hst agar saat padi keluar malay bisa serempak walau terkadang ada juga yg menggunakannya disaat yg sangat dini yaitu utk merendam benih padi agar cepat berkecambah sebelum ditebar, begitupun belajar ilmu hakekat dlm hubungan vertikal dengan Tuhan dianjurkan di usia dewasa namun banyak juga yg berihtiar mengenalkan Tuhan kepada anak disaat yg sangat dini yaitu mengumandangkan azan dan iqomah ketika bayi baru lahir ke dunia.

Komentar